Ku hantarkan pernikahanmu dengan istighfar
Seseorang bertanya, kenapa di momen-momen kesenangan PERNIKAHAN, selalu
saja diawali dengan pembacaan istighfar, kenapa tidak dicukupkan dengan
basmalah atau hamdalah atau kalimat dzikir yang lain selain istighfar.
Sebagian orang memahami istighfar itu momen sedih atau bacaan bila
tertimpa musibah
Istighfar atau doa permohonan ampun, adalah dzikir yang Allah
menjanjikan setiap kali ummat Muhammad memperbanyak istighfar maka
setiap kesusahan akan diganti kesenangan, kesulitan akan diberikan jalan
keluar dan diberikan rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka.
Bacaan ringan yang memberikan banyak manfaat.
Dzikir istighfar dibudayakan sebagai pembuka setiap ‘transaksi’ akad
nikah karena dalam akad nikah memberikan persyaratan yang sangat berat
untuk ukuran masa sekarang ini, yaitu adil. Laa nikaaha illa biwaliyyin
mursyidin washahidai adlin. Tiada nikah itu tergolong sah tanpa wali
dan saksi yang adil. Dalam hasanah fikih kriteria adil adalah orang
yang ibadahnya lebih mendominasi dibanding maksiat atau amal sia-sia
dalam setiap harinya.
Untungnya fikih selalu lentur terhadap zaman,
sebagian ulama termasuk didalamnya shahib bughyat mustarsyidin
menyatakan bahwa nikah tetap bisa dilangsungkan dengan wali atau saksi
yang fasik dengan catatan mau bertaubat. Dan Istighfar ini adalah salah
satu ikhtiyar pertaubatan itu.
Pernikahan memang bukan sekedar menjalankan budaya atau media pemenuhan
nafsu syahwat.
Pernikahan adalah prosesi peralihan amanat Allah yang
dibebankan pada orang tua kepada seorang calon suami. Karenanya
RasuluLlah merasa perlu mengingatkan para calon suami dengan kalimat
ittaqillah, ittaqillah, ittaqillah finnisa. Tidak ada amanat Allah yang
ringan dijinjing, mudah dipanggul, maka hanya dengan bekal rasa khauf
dan raja’ lah pernikahan bisa terasa nikmat dijalani.
Maka istighfar akan menjadi bekal yang luar biasa bagi pasangan suami
isteri dalam mengarungi bahtera rumah tangga, bila ada kesedihan, Allah
akan menggantinya dengan kebahagiaan, bila ada kesulitan, Allah
memberikan jalan keluar. Dan istighfar secara tersirat disebutkan Nabi
sebagai kunci kebahagiaan seseorang, thubaa liman malaka lisanah,
wawasi’ahu baituh wa baka khati’atuh.
Berbahagialah orang yang mampu
menjaga lisannya, rumahnya membuat hatinya lapang karena senantiasa
diisi dengan dzikir dan qira’ah dan yang membuatnya senantiasa menangis
adalah kesalahannya sendiri.
Ananda, Kuhantarkan pernikahanmu dengan istighfar
Pesan Guru Pada Muridnya Yang Menikah
Written By Unknown on Selasa, 05 November 2013 | 17.15
Related Articles
Label: wacana
Berita
Posting Komentar